NAMA            : AYUSTIYAN FUTU WIJAYA

NRP                : G44100079

LASKAR 14

CERITA INSPIRASI “DIRI SENDIRI”

 

           

 

            Ayustiyan Futu Wijaya adalah nama saya.Saya lahir di Jakarta,24 September 1992.Saya anak ke 2 dari 2 bersaudara.Semenjak kecil saya diajarkan oleh mamah dan papah bagaimana cara hidup dengan sederhana,tidak boros,dan selalu taat pada orang tua.Saya selalu bersyukur kepada Allah swt. karena karunia dan rahmat-Nya sampai saat ini saya masih dapat merasakan betapa nikmat rahmat dan karunia dari Allah swt.Meskipun papah bekerja sebagai pegawai swasta dan gajinya pun tidak terlalu banyak dan mamah saya hanya sebagai ibu rumah tangga yang selalu mendidik anaknya hingga sampai saya saat ini,saya tetap bersyukur dengan keadaan saya seperti ini.Di keluarga saya,saya selalu hidup dengan sederhana dan saya pun tidak memikirkan apa pun hal-hal yang tidak penting tuk saya,hal yang terpenting didalam hidup saya adalah saya bisa membahagiakan orang tua saya yaitu dengan cara belajar dengan giat dan sungguh-sungguh supaya saya menjadi anak yang berprestasi di sekolah supaya semua perjuangan orang tua tidak sia-sia.Pada saat saya SMA,saya selalu diberikan uang jajan oleh mamah dengan jumlah yang tidak terlalu banyak dan setiap harinya saya selalu berusaha tuk menyisihkan uang jajan saya untuk membelikan buku pelajaran.Dengan cara itu,saya hanya ingin membantu orang tua saya supaya mereka tidak terlalu berat dalam membayar uang sekolah saya.Semenjak dari hal itu,saya mempunyai tekad dan kemauan klo saya harus bisa mendapatkan peringkat 1 di kelas dan peringkat 1 di sekolah alias juara umum.saya pun berfikir jika saya mendapatkan juara umum di SMA maka saya akan mendapatkan beasiswa yaitu berupa uang tuk bayaran SPP selama 1 semester.

            Semenjak itu saya pun terus dan terus berusaha supaya saya mendapatkan peringkat 1 di kelas.Saya selalu menyakini di dalam hati saya klo saya pasti bisa bahwa dengan kekuatan doa dan kekuatan pikiran saya yang selalu berusaha dan tak pernah menyerah,saya sangat yakin klo saya pasti bisa mendapatkan peringakat 1 dan mendapatkan beasiswa tuk meringankan biaya yang orang tua keluarkan tuk saya sekolah di SMA ini.Pada saat saya kelas X SMA semester 1 saya sangat bersyukur kepada Allah swt. karena saya bisa mencapai target saya yaitu saya mendapatkan peringkat 1 di kelas.Meskipun saya bukan sang juara umum di SMA ini saya akan terus berusaha dan giat belajar lagi supaya saya bisa mendapatkan beasiswa itu.Pada saat itu mamah dan papah sangat bangga kepada saya,dan pada saat itulah saya terus bersemangat tuk mendapatkan yang terbaik lagi di semester 2 ini.Akhirnya di semester 2 kelas X SMA ini saya pun mendapatkan peringakat 1 lagi,begitu bahagia dan bangganya mamah dan papah pada saat mendengarnya.Waktu itu belum diumumkkan siapa sang juara umumnya,pada saat itu saya pun pasrah kepada Allah apa pun hasilnya itu adalah yang terbaik tuk saya.Kemudian datanglah hari dimana ada pengumuman siapa sang juara umum kelas X.Pada saat itu hati saya sangat berdetak dan selalu timbul rasa penasaran di dalam diri saya siapa yang akan menjadi juara umum dan mendapatkan beasiswa.Dan ternyata AYUSTIYAN FUTU WIJAYA dari kelas X.3 adalah juara umum kelas X.Itulah isi pengumumannya dan pada saat saya mendengarkannya hati saya sangat terkejut dan tidak percaya apakah ini sungguhan atau tidak,saya pun terharu mendengarnya karena selama ini semua apa yang saya kerjakan tidak sia-sia dan mamah papah pun sungguh bangganya ketika saya mendapaatkan beasiswa yaitu gratis bayar SPP selama 1semester alias 6 bulan tidak membayar SPP.Pada saat itu teman-teman saya langsung mengucapkan selamat kepada saya.Setelah saya mendapatkan ini saya pun bertekad  klo saya akan terus giat belajar lagi supaya sampai kelas XII saya mendapatkan beasiswa.Dan akhirnya semua impian saya tercapai yaitu sampai kelas XII saya mendapatkan beasiswa gratis membayar SPP.Begitu bahagianya saya dan saya pun juga merasa senang karena saya bisa membahagiakan mamah papah dengan cara ini meskipun ini tidak seberapa dengan perjuangan dan kerja keras mamah dan papah lakukan tuk membiayai saya dari kecil hingga saat ini.Dari yang saya dapatkan selama ini saya selalu berusaha tuk tidak sombong kepada orang lain dan saya selalu rendah diri.Dan saya selalu menolong teman saya seperti mengajarkan teman-teman yang belum bisa atau belum memahami apa yang ada di materi pelajaran sekolah.

            Ketika saya kelas XII saya pun selalu berharap klo saya bisa mendapatkan PTN.Setelah saya mengetahui jika ada perguruan tinggi negeri yang mengadakan jalur-jalur khusus seperti IPB melalui jalur USMI.Kemudian saya pun mencalonkan diri saya tuk mendaftar melalui jalur USMI.Melalui jalur ini,semua nilai rapot dan semua prestasi saya di lihat dan dipertimbangkan apakah saya bisa tembus atau tidak.Saya pun berfikir apa pun nanti hasilnya,saya akan selalu bersyukur karena Allah sudah mengaturnya dan memberikan jalan yang terbaik tuk hamba-Nya.Datanglah hari dimana diumumkan siapa saja yang tembus IPB melalui jalur USMI.Tertulislah nama saya di kertas jika saya diterima di IPB melalui jalur USMI.Syukur alhamdulillah saya ucapkan dan mamah papah sungguh bangga dengan apa yang saya dapatkan.Setelah itu datanglah dimana hari yang saya tunggu-tunggu yaitu kuliah di IPB.Pada saat pertama saya kuliah,saya menemukan berbagai macam informasi-informasi dan pengetahuan yang mempunyai cakupan luas dibandingkan ketika saya berada di SMA.Di IPB ini saya mempunyai tekad klo saya akan sukses dan selalu saya yakini di dalam hati saya klo saya kuliah di IPB ini tidak akan sia-sia dan saya akan membanggakan dan membahagiakan mamah papah hingga suatu saat nanti ketika saya sudah wisuda,mamah papah bisa melihat bahwa anaknya bisa menjadi anak yang sukses.amiennnnnn ya Allah………

            Saya mempunyai tekad bahwa saya pasti akan sukses dengan sesuatu yang saya lakukan dan yang saya yakini klo saya pasti bisa! Dimana ada kemauan pasti ada jalan dan kita mampu melakukannya.Dan kita dilahirkan di dunia ini bukan sebagai pecundang tapi sebagai pemenang!!! Saya akan melakukan hal yang baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dan saya akan berjuang untuk bisa menjadi yang terbaik dan lebih mandiri.Itulah cerita inspirasi yang saya buat,di dalam hidup ini yang selalu menjadi inspirasi saya hingga saya terus dan terus semangat dalam belajar adalah mamah dan papah tersayang.

I LOVE MAMY AND DADY !!!

HIDUP MAHASISWA !!!

NAMA : AYUSTIYAN FUTU WIJAYA

NRP     : G44100079

LASKAR 14

CERITA INSPIRASI “ORANG LAIN”

Ketika saya menulis cerita inspirasi ini,saya teringat dengan masa-masa pada saat saya duduk di kelas 3 SMA.Ade Tri noviyanti,Mughniy Barlubis, dan Ardiani Kurnia Siwi,mereka adalah sahabat saya yang paling mengasikkan.Berbagai hal telah kita lakukan bersama-sama,mulai dari belajar kelompok,jalan-jalan bersama,dan pernah telat masuk kelas bersama-sama akhirnya kita pun pernah dihukum oleh guru gara-gara telat masuk ke kelas.Begitu banyak pangalaman yang telah kita lakukan bersama-sama.Pada saat saya kelas 1 SMA,ada kakak kelas yang bernama Boy Ardika Putra.Dia adalah salah satu siswa yang pintar di SMA saya.Ka Boy adalah panggilannya.Ketika saya naik kelas 2 SMA,ka Boy sudah lulus SMA,saat ini ka Boy kuliah di perguruan tinggi negeri yaitu di Universitas Indonesia jurusan kimia.Ketika saya mengetahui klo ka Boy kuliah di UI,terlintas yang ada di pikiran saya adalah Woww…Hebatt!!! Pada saat itu saya berfikir jika dia bisa masuk PTN kenapa saya tidak???Dari hal tersebutlah saya berharap saya akan seperti dia,dan saya terus semangat untuk belajar supaya semua impian saya dapat tercapai.Ketika kelas 2 SMA semester genap,saya baru mengetahui ternyata adik kandung ka Boy itu sepantaran dengan saya.Chitra adalah namanya.Pada saat itulah,timbul rasa penasaran bagaimana cara atau trik yang bagus supaya kita diterima di PTN.

Setelah saya kelas 3 SMA semester ganjil,Chitra memberikan informasi kepada saya jika minggu depan ada les atau belajar bersama yang secara cuma-cuma artinya yaitu belajar gratis tanpa di pungut biaya dan yang mengajarkan yaitu mahasiswa-mahasiswa UI.Tersentak di pikiran saya adalah ingin ikut les tersebut karena sangat bermanfaat dan sangat disayangkan jika tidak ikut.Kemudian saya memberitahukan ketiga sahabat saya untuk ikut les tersebut,dan akhirnya mereka tertarik juga.Pelajaran yang akan dipelajari adalah matematika,fisika,dan kimia.Pada saat mengajar,ka Boy tidak sendiri.Dia ditemani oleh kedua temannya yaitu Muhammad Safaat dan Muhammad Azzumar.Ka Asa dan ka Azzum panggilannya,mereka berdua adalah anak kembar.Di UI,ka Asa jurusan kimia sama halnya dengan ka Boy sedangkan ka Azzum jurusan teknik elektro.Ka boy mengajarkan pelajaran kimia,ka Asa mengajarkan pelajaran matematika, dan ka Azzum mengajarkan pelajaran fisika.Ketika saya dan ketiga sahabat saya bertemu dengan mereka,saya dan sahabat saya lebih termotivasi dan lebih memahami apa yang namanya keinginan dan kemauan kita terhadap sesuatu.Ketika saya dan sahabat saya les,mereka tidak hanya mengajarkan apa yang ada di pelajaran tapi belajar dengan mereka itu santai tapi serius.Berbagai pengalaman yang telah mereka ceritakan kepada saya dan ketiga sahabat saya.Berbagai pengalaman mereka itulah yang membuat kita terus semangat untuk belajar dan bertekad jika mereka bisa kenapa kita tidak???

Salah satu pengalaman yang di ceritakan oleh ka Azzum yaitu waktu kelas 1 SMA,dia memang bukan anak yang pintar melainkan anak yang malas belajar.Pada saat ulangan,dia mendapatkan nilai yang kurang memuaskan alias mendapatkan nilai yang jelek.Dari kejadian tersebut akhirnya dia dimarahin oleh guru dan diberikan peringatan.Di lapangan dan dihadapan semua guru serta kepala sekolah,dia dimarahi.Pada saat dimarahi oleh guru,perasaan ka Azzum merasa tidak dihargai dan timbullah rasa keinginan ka Azzum untuk menyakinkan kepada semua guru-guru serta kepala sekolah bahwa dia bukanlah siswa seperti yang telah guru-guru pikirkan.Sehentak ka Azzum langsung berkata ke semua hadapan guru-guru di lapangan.Ka Azzum berkata:Mulai saat ini saya akan belajar sungguh-sungguh,dan saya akan buktikan kesemua klo saya adalah anak yang pintar dan berprestasi.Dan saya berjanji jika ada ulangan selanjutnya,saya akan mengerjakan soal tersebut dalam waktu 15 menit dan akan mendapatkan nilai 100.Jika saya tidak bisa mencapai target apa yang saya katakan maka saya akan keluar dari sekolah ini!!! Dengan suara tegas dan penuh keyakinan,dia berkata seperti itu.

Kemudian datanglah hari dimana akan dilaksanakan ulangan matematika.Pada saat itu dia mengerjakan dengan rasa yakin dan tenang.Ternyata dia selesai mengerjakan soal tersebut dalam waktu 10 menit dan setelah di koreksi oleh guru,ternyata hasilnya memuaskan yaitu mendapatkan nilai 100.Dari cerita pengalaman ka Azzum tersebut,saya dan ketiga sahabat saya merasa lebih termotivasi dan pelajaran yang dapat saya ambil dari pengalaman tersebut adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu dan memperbaikinya asalkan kita sungguh-sungguh.Dari hal tersebut saya mempunyai tekad yaitu  lebih baik mencoba gagal daripada gagal mencoba.Ketika saya dan ketiga sahabat saya bertemu dengan mereka,saya melihat sosok mereka yang sangat sederhana dari semua tampilan mereka.Pada saat itulah saya berfikir bahwa penampilan bukanlah segalanya tetapi kepintaran,kejujuran, dan kejeniusan seseoranglah yang akan memberikan diri seseorang tersebut yang paling berharga dan yang paling penting dibandingkan dengan penampilan yang tidak mempunyai arti.Dengan adanya les ini,mereka sangat berharap klo kita pasti bisa seperti mereka yaitu dapat melanjutkan di PTN yaitu di Universitas Indonesia.Tapi Allah berhendak lain,ternyata saya dan ketiga sahabat saya tidak dapat kuliah di UI.Pada saat itu ka Boy,ka Asa, dan ka Azzum sangat kecewa karena kita tidak dapat tembus di UI.Saya tidak dapat kuliah di UI karena saya sudah diterima di USMI IPB.Dan saya pun berfikir,jika saya kuliah di UI apakah saya mampu untuk membayar uang kuliah sedangkan di UI itu memang membutuhkan uang yang banyak.Dari hal itulah saya lebih melanjutkan kuliah di IPB karena di IPB itu biaya kuliah itu tidak terlalu mahal dan bersifat fleksibel artinya berapa pun uang kuliah kita itu berdasarkan gaji orang tua jadi tidak terlalu berat untuk membayarnya menurut saya.

Saya pun sempat kecewa juga sama halnya dengan mereka tetapi saya berusaha tuk meyakinkan mereka bahwa Allah sudah mempunyai jalan yang terbaik tuk saya dan teman-teman.Saya mempunyai tekad bahwa saya pasti akan sukses dengan sesuatu yang saya lakukan dan yang saya yakini klo saya pasti bisa.Dimana ada kemauan pasti ada jalan dan kita mampu melakukannya.Dan kita dilahirkan di dunia ini bukan sebagai pecundang tapi sebagai pemenang!!! Saya akan melakukan hal yang baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dan saya akan berjuang untuk bisa menjadi yang terbaik dan lebih mandiri.

Hidup Mahasiswa!!!